Yang Telah Berkunjung
| Sapi Brahman Cros | Array Cetak Array |
|
Beternak Sapi Brahman Cross Yang Baik
Untuk keterangan Harga dan jenis klik disini
Sapi Brahman berasal dari India. Sapi ini juga berkembang dengan baik di luar India, seperti Australia. Bahkan, para pembibit sapi di Australia melakukan persilangan sapi Brahman dengan bangsa sapi lainnya seperti Simmental dan Limousin, hasilnya dikenal dengan nama sapi Brahman Cross, yang sejak tahun 1985 sudah masuk ke Indonesia melalui program bantuan Asian Development Bank (ADB). Sapi ini cocok dikembangkan di Indonesia yang beriklim tropis. Untuk meningkatkan produksi dan populasi sapi Brahman Cross sekaligus menstimulir upaya swasembada daging sapi, pemerintah dalam hal ini Departemen Pertanian meluncurkan program Pengembangan Sapi Brahman Cross pada tahun 2006. Sampai tahun 2008 telah disebarkan 7.836 ekor sapi induk bunting (minimal 3 bulan) pada 157 kelompok di 78 kabupaten (17 provinsi). Pada saat ini populasi sapi Brahman Cross telah berkembang menjadi 11.767 ekor atau terdapat penambahan sebanyak 3.931 ekor (50%). Beberapa hal yang harus diperhatikan untuk memperoleh produksi dan produktivitas sapi brahman cross yang tinggi, antara lain lokasi, perkandangan, pakan, pemeliharaan, perkawinan dan pencatatan. Lokasi Lokasi peternakan harus memenuhi syarat-syarat antara lain: (a) Tidak bertentangan dengan kepentingan pembangunan wilayah (RUTR/RDTR); (b) Tidak mengganggu lingkungan setempat; (c) Tidak lembab atau tergenang air sewaktu hujan; (d) Pakan dan air mudah diperoleh dan tersedia sepanjang tahun; (e) Mudah diakses transportasi; (f) Jarak dengan usaha pembibitan ayam minimal 1 km. Perkandangan Tempat pakan terbuat dari kayu atau semen. Apabila tempat pakan terbuat dari semen diusahakan dalamnya tidak bersiku agar tidak terjadi penumpukan sisa makanan yang berakibat pembusukan dan dapat dijadikan sarang lalat. Tempat pakan berukuran : panjang 1 m, lebar 0,8 m, kedalaman 0,2 m, tinggi alas dari lantai 0,6 m. Tempat air minum terbuat dari plastik atau semen. Ukuran tempat minum : panjang 0,5 m, lebar 0,8 m, kedalaman 0,4 m, tinggi alas dari lantai 0,6 m. Kandang untuk setiap ekor induk siap beranak berukuran 2 m x 3 m dengan ruang terbuka 2 m x 4 m. Disarankan setiap lokal kandang memiliki ruang terbuka untuk gerak badan
Dari : http://ntt.litbang.deptan.go.id
|
Link Busines
Visitors Counter






![]() | Today | 22 |
![]() | Yesterday | 68 |
![]() | This week | 360 |
![]() | This month | 172 |
![]() | All | 39929 |

















