Jumat, 03 Sep 2010
You are here:

Translate

English French German Spain Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

 xcv
Admin :
 
e-mail   : admin@usaharakyat.com
Hp       : 081 379 33 7570 /
             085 856 038 500 

Madu Asyraf

Madu dengan kadar air rendah

Simpan File u Dsn

Insaya'alloh langsung Exis

oi.jpg

Yang Telah Berkunjung

Sapi Brahman Cros PDF  Array Cetak Array  E-mail

Beternak Sapi Brahman Cross Yang Baik

 

 sapi ekka-ox-21

Untuk keterangan Harga dan jenis  klik disini

 

          Sapi Brahman berasal dari India. Sapi ini juga berkembang dengan baik di luar India, seperti Australia. Bahkan, para pembibit sapi di Australia melakukan persilangan sapi Brahman dengan bangsa sapi lainnya seperti Simmental dan Limousin, hasilnya dikenal dengan nama sapi Brahman Cross, yang sejak tahun 1985 sudah masuk ke Indonesia melalui program bantuan Asian Development Bank (ADB). Sapi ini cocok dikembangkan di Indonesia yang beriklim tropis.

Untuk meningkatkan produksi dan populasi sapi Brahman Cross sekaligus menstimulir upaya swasembada daging sapi, pemerintah dalam hal ini Departemen Pertanian meluncurkan program Pengembangan Sapi Brahman Cross pada tahun 2006. Sampai tahun 2008 telah disebarkan 7.836 ekor sapi induk bunting (minimal 3 bulan) pada 157 kelompok di 78 kabupaten (17 provinsi). Pada saat ini populasi sapi Brahman Cross telah berkembang menjadi 11.767 ekor atau terdapat penambahan sebanyak 3.931 ekor (50%).

Beberapa hal yang harus diperhatikan untuk memperoleh produksi dan produktivitas sapi brahman cross yang tinggi, antara lain lokasi, perkandangan, pakan, pemeliharaan, perkawinan dan pencatatan.

Lokasi

Lokasi peternakan harus memenuhi syarat-syarat antara lain: (a) Tidak bertentangan dengan kepentingan pembangunan wilayah (RUTR/RDTR); (b) Tidak mengganggu lingkungan setempat; (c) Tidak lembab atau tergenang air sewaktu hujan; (d) Pakan dan air mudah diperoleh dan tersedia sepanjang tahun; (e) Mudah diakses transportasi; (f) Jarak dengan usaha pembibitan ayam minimal 1 km.

Perkandangan
Sistem perkandangan adalah sistem koloni agar memudahkan pengawasan dan pencatatan. Kandang terbuat dari bahan yang kuat dan lantai tanah yang padat atau terbuat dari semen. Atap terbuat dari rumbia, bambu atau genteng yang membuat ruangan menjadi dingin.

Tempat pakan terbuat dari kayu atau semen. Apabila tempat pakan terbuat dari semen diusahakan dalamnya tidak bersiku agar tidak terjadi penumpukan sisa makanan yang berakibat pembusukan dan dapat dijadikan sarang lalat. Tempat pakan berukuran : panjang 1 m, lebar 0,8 m, kedalaman 0,2 m, tinggi alas dari lantai 0,6 m. Tempat air minum terbuat dari plastik atau semen. Ukuran tempat minum : panjang 0,5 m, lebar 0,8 m, kedalaman 0,4 m, tinggi alas dari lantai 0,6 m. Kandang untuk setiap ekor induk siap beranak berukuran 2 m x 3 m dengan ruang terbuka 2 m x 4 m. Disarankan setiap lokal kandang memiliki ruang terbuka untuk gerak badan

 

Dari   :  http://ntt.litbang.deptan.go.id