Kamis, 11 Mar 2010
You are here:

Translate

English French German Spain Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

 xcv
Admin :
 
e-mail   : admin@usaharakyat.com
Hp       : 085 856 038 500 

Madu Asyraf

Madu dengan kadar air rendah

Simpan File u Dsn

Insaya'alloh langsung Exis

oi.jpg

Yang Telah Berkunjung

Tes Keaslian Madu PDF  Array Cetak Array  E-mail

Cara Melihat Keaslian Madu 

 

 

Bagaimana Kita Tahu Kwalitas & Keaslian Madu ?

 

Madu adalah produksi lebah yang penuh dengan tantangan bagi manusia untuk memahaminya, sampai zaman modern ini masih ada tidak kurang dari 15 jenis zat didalam Madu yang belum terdefinisikan oleh ilmu pengetahuan modern dan belum diberi nama. Karena terbatasnya ilmu manusia tersebut, membuktikan suatu Madu adalah asli menuntut tantangan tersendiri juga. Namun setidaknya ada kesepakatan umum di seluruh negara bahwa Madu dikatakan asli apabila dalam proses produksi sampai hasil akhir tidak mengalami pencampuran dengan zat apapun – selain cairan alami yang dihasilkan oleh lebah tersebut diatas. Karena Madu alami (asli) memiliki komposisi kandungan zat tertentu (sebagian sudah dikenali dan sebagian yang lain belum), maka keaslian Madu bisa di analisa melalui kandungan zat yang ada dalam Madu tersebut – yaitu pada zat yang sudah dapat dikenali.

 

Sejauh ini tidak ada standar keaslian Madu di dunia, namun standar kwalitas hampir selalu ada di setiap negara. Asumsinya tentu Madu yang memenuhi standar kwalitas juga memenuhi keaslian yang dituntut, karena apabila ada pencampuran maka akan terganggulah kwalitas tersebut sehingga Madu yang tidak asli juga tidak akan memenuhi standar. Di Indonesia kwalitas Madu di atur melalui Standar Nasional Indonessia (SNI) no 01-3545-2004. Madu yang memiliki kwalitas SNI inilah yang paling aman menjadi rujukan kwalitas Madu asli di Indonesia saat ini.

 

Produsen ataupun pedagang Madu yang serius yang ingin memenuhi standar kwalitas sudah seharusnya selalu melakukan analisa kwalitas Madu sesuasai SNI 01-3545-2004 untuk meyakinkan bahwa Madu yang diproduksi atau dijualnya adalah Madu yang telah sesuai dengan SNI tersebut.

 

 

Insya'alloh di jamin keasliannya 
 
 

 

        Saat ini banyak sekali beredar madu palsu. Namun, dengan mengerti sifat dan kandungan madu, dapat dinilai mana madu yang “asli” dan “palsu”, serta kualitas madu apakah baik atau jelek..


1. Pemalsuan JUMLAH,

dilakukan dengan menambah volume madu “asli” dengan madu “palsu”, misalkan mencampurkan gula/madu buatan yang relatif lebih murah untuk kemudian diaduk.


2. Pemalsuan MUTU,

biasanya dilakukan dengan mengubah kadar air madu yang tadinya tinggi, lalu diturunkan dengan pemanasan.


3. Pemalsuan MENYELURUH
,

yakni madu yang diklaim “asli” padahal sebenarnya 100% buatan, jadi bukan madu yang nerasal dari lebah dengan komposisi aslinya.
 
        Secara kasat mata memang sulit membedakannya, diperlukan pengujian kuantitatif untuk memastikan keaslian madu. Lewat uji kuantitas, madu dapat diperkirakan dipalsukan atau ditambahkan sesuatu apabila; kadar sukrosa madu naik, kadar enzim naik/turun, kadar abu menjadi naik/turun, daya hantar listrik naik, kandungan pollen dalam sedimen turun, kandungan mineral turun, aroma dan rasa berubah, kandungan HMF (Hidroksi metal Furfuraldehid) berubah, kadar protein turun, warnanya terang, madu mengandung PbCl2, PbSO4, anion dan kation.
 
        Kandungan HMF yang merupakan produk pemecahan glukosa dan fruktosa pada madu asli maksimal 3 mg/100 gram. Madu asli juga memiliki keasaman (pH) yang tetap berkisar 3,4 – 4,5, sedangkan pH madu palsu 2,4 – 3,3 atau diatas 5. Aktifitas enzim diastase pada madu asli yang berkualitas minimal 5 dengan rasio Kalium (K) dan Natrium (Na) sekitar 4,0. Pada madu palsu rasionya 0,05-0,1. Madu asli memiliki sifat khas memutar optic ke kiri yang bisa diperiksa dengan alat polarimeter.


Secara sederhana, madu asli dan palsu dapat dibedakan dengan melihat ciri khas fisis madu asli sebagai berikut :

1. Cara pertama, meneteskan madu pada selembar kertas.

Madu palsu akan mudah terserap kertas karena kandungan airnya tinggi.

2. Cara kedua, dengan mengocoknya.

Madu asli akan membentuk gas atau uap air jika dikocok.

3. Cara ketiga, mencampurnya dengan telur ayam/bebek.


Madu asli yang diaduk bersama telur akan membentuk gumpalan dan rasa telur berubah menjadi seperti sudah digoreng.


4. Cara keempat, dituang ke wadah berisi air.

Madu asli akan langsung jatuh ke dasar wadah, sedangkan madu palsu cenderung akan menyebar.

Sayangnya, saat ini banyak madu palsu yang menyerupai madu asli hingga cara-cara tersebut hanya bisa sebagai bahan pertimbangan saja (tidak mutlak, ed). Tipsnya adalah dengan membeli madu di tempat yang sudah terpercaya. Bila terpaksa membeli di tempat lain, bandingkan apakah harganya tidak terlalu beda jauh dengan madu sejenis dari merk lain. Jika harganya sangat murah, bias jadi madu tersebut adalah madu buatan.

Semoga bermanfaat.

Sumber : Buku Terapi Madu, penulis dr. Adji Suranto,SpA. Penerbit Penebar Swadaya, Jakarta, 2007.