| Sertifikasi Keaslian | Array Cetak Array |
|
Sertifikat Keaslian
Ayam Organik Probiotik
Dalam setiap menu ayam potong yang dihidangkan Ayam organik adalah ayam pedaging yang dipelihara khusus dengan makanan alami, ramuan herbal dan probiotik sehingga lebih sehat, bebas residu vaksin, cemaran logam dan kimia sintetik yang membahayakan. Juga aman dikonsumsi oleh penderita alergi, darah tinggi, jantung, diabet dll. Berprotein tinggi, rendah kolestrol dan rasa khas, gurih dan alami. ROHMAT BUKAN BROKER YANG CEKATAN MENGHITUNG UNTUNG DAN RUGI NILAI SAHAM. NAMUN, PRINSIP BROKER YANG SELALU MENGEDEPANKAN KEUNTUNGAN DIPEGANG PETERNAK DI DESA PANGADEGAN, KECAMATAN RANCAKALONG, KABUPATEN SUMEDANG, ITU. SETELAH MENGELOLA 3.000 AYAM POTONG ORGANIK SEJAK AGUSTUS 2009, MAMAT BISA MENGIRIT ONGKOS PAKAN HINGGA RP5,15-JUTA
memang menyedot biaya besar dalam beternak ayam. 'Pakan menghabiskan hingga 60-70% modal,' kata Sahrul Kholis, praktisi ayam di Depok, Jawa Barat. Sebelum beralih ke ternak organik, Mamat menghabiskan 7 ton pakan untuk 3.000 ayam yang dipelihara di kandang bertingkat berukuran 22 m x 6 m selama 30 hari. Namun, sesudah mengadopsi cara organik melalui pemberian probiotik-berisi campuran kapang, bakteri lactobasillus, dan mikroba selulotik-konsumsi pakan menurun menjadi 6 ton. Dengan harga pakan Rp5.150 per kg, Mamat menghemat Rp5,15-juta. Penurunan jumlah pakan itu terjadi karena pemberian probiotik membuat sistem metabolisme ayam bekerja jauh lebih baik. Sari-sari makanan maksimal diserap tubuh sehingga menjadi daging. 'Ayam organik sedikit membuang kotoran. Padahal sebelumnya ayam langsung buang kotoran setiap kali habis makan,' ujar Mamat. Imbas lain dari metabolisme bagus itu adalah kenaikan bobot hidup ayam. Bila semula bobot rata-rata 1,5 kg/ekor, kini mencapai 1,7 kg/ekor. Artinya terdapat selisih bobot 0,2 kg/ekor. Selisih itu bila dikalikan populasi 3.000 ayam, maka diperoleh 600 kg bobot hidup. Dengan harga jual Rp12.125/kg, alumnus D3 Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran itu memetik margin tambahan sebesar Rp7,28-juta. Nun di Desa Parung, Kecamatan Parung, Bogor, Jawa Barat, Ir Heru Kusriadi juga menuai untung sejak beternak ayam organik pada awal 2008. Di luar pengiritan pakan seperti dialami Mamat, Heru bisa memangkas ongkos pembelian beragam obat dan vitamin. 'Sebagai gantinya ayam-ayam itu diberikan herbal yang terdiri dari 6-50 bahan herbal seperti lengkuas kunyit, dan bawang putih,' kata pemilik ternak ayam organik Ponti itu. Dengan biaya obat dan vitamin sekitar Rp500/ekor, untuk memelihara 3.000 ayam pedaging organik di 3 kandang bertingkat masing-masing berukuran 10 m x 7 m, alumnus Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada itu menghemat Rp1,5-juta.
|
Polls
Visitors Counter







![]() | Today | 52 |
![]() | Yesterday | 193 |
![]() | This week | 532 |
![]() | This month | 3288 |
![]() | All | 118284 |









